Allah SWT mengurniakan rezeki kepada sesiapa saja yang dikehendaki-Nya. Asalkan hamba itu berusaha mendapatkan rezeki yang dihajati. Firman Allah SWT bermaksud: “…Dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturan-Nya).” (Surah al-Baqarah, ayat 212) Apabila rezeki
Kalau kepada binatang saja Allah Maha Pemurah, tentu Allah akan menjamin rezeki manusia. Namun, manusia terkadang bersedih dan takut kehilangan rezeki sehingga mencegahnya dari ketaatan kepada Allah. Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
Adapun dua di antaranya doa pembuka rezeki dari setiap penjuru dalam Al-Quran yakni pada surat al-Maidah ayat 114 dan at-Talaq ayat 3. “Ya itu adalah doa Nabi Isa ketika meminta pertolongan kepada Allah SWT, yang disebabkan para sahabat-sahabatnya meminta bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. Tapi ingat setiap doa termasuk doa pembuka rezeki bisa
Dengan berdagang, suku Quraisy memperoleh rezeki dari Allah swt. Guna mencukupi kebutuhan hidup mereka. Pada ayat 3, Allah swt. Mengingatkan suku Quraisy, khususnya dalam ummat Islam pada umumya selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya. Mereka diperintahkan untuk beribadah kepada Tuhan (pemilik) Ka’bah.
Paragraf di atas merupakan Surat Fatir Ayat 29 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran penting dari ayat ini. Didapati beraneka penafsiran dari kalangan ulama tafsir berkaitan kandungan surat Fatir ayat 29, antara lain sebagaimana termaktub: 29-30. Sesungguhnya orang-orang yang membaca al-Qur’an dan mengamalkannya
Jenis Rezeki dari Allah: Rezeki Karena Usaha. وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى. “Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.” (Surah An-Najm : 39). Foto: Unsplash. 3. Jenis Rezeki dari Allah: Rezeki Karena Bersyukur. لَئِن شَكَرْتُمْ
Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang tabiat manusia dari sisi kemanusiaannya, yaitu bahwa ia (manusia itu) jahil (tidak tahu) dan zalim; ia tidak mengetahui akibat dari sesuatu. Ia mengira, bahwa keadaannya itu akan tetap langgeng dan tidak akan berubah, dan mengira bahwa nikmat yang diberikan Allah kepadanya menunjukkan
Disebutkan "sebagian rezeki" menunjukkan bahwa yang Allah inginkan hanyalah sedikit dari harta mereka; tidak memadharatkan mereka dan tidak membebani, dan dipakainya kata-kata "rezeki" untuk mengingatkan bahwa harta yang ada pada mereka merupakan rezeki dari Allah yang menghendaki untuk disyukuri dengan menyisihkan sebagiannya berbagi bersama
Sebab, ketaatan kepada Allah Ta’ala akan mengundang rezeki yang penuh keberkahan. Hal itu disinggung dalam surah at-Tholaq ayat 2-3. Artinya, “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
JAKARTA, iNews.id - Terdapat sebuah ayat tentang rezeki yang tidak disangka-sangka di dalam Al-Qur’an. Ayat tersebut dapat menunjukkan kepada umat manusia tentang kekuasaan Allah dalam mencukupkan keperluan hambaNya. Apabila diamalkan dengan istiqamah, ayat tersebut diyakini dapat menjadi sarana meminta kelimpahan rezeki kepada Allah Ta’ala.
MkMiMRT.